Zlatan Yang Tidak Bisa Menjadi Zlatan Di Blaugrana
"Aku segera memandang jika Barcelona seperti sekolah atau lembaga semacamnya. Beberapa pemain pendiam. Tidak ada yang berasa dianya mega-bintang. Agen Slot Terpercaya Messi, Xavi, Iniesta dan lainnya—mereka seperti anak sekolahan. Beberapa pemain sepak bola terbaik itu berdiri sekalian tundukkan kepala mereka, saya tidak pahami itu," ungkapkan Zlatan pada otobiografinya yang launching tahun 2011.
"Di Italia, bila ada yang menyuruhmu melonjak, beberapa pemain akan menanyakan "Buat apa kami lakukan ini?". Di sini [Barcelona] semua mengikuti tiap perintah. Aku segera berasa tidak pas," catat Zlatan.
Karena pola hidup yang lain dengan pemain lain, Zlatan bahkan juga sempat berpikiran untuk pensiun. Salah satu rekan yang paling pahami dianya cuma Maxwell. Harapan mengenai sepakbola cantik langsung bubar.
Semua berbeda semenjak akhir tahun 2009. Togel Hari Ini Zlatan yang sebetulnya melawan pada diri. Dia berasa dianya tidak pantas jalani hidup dan profesi yang murung.
"Saya wajib melakukan suatu hal.sebuah hal. Pada akhirnya liburan Natal datang. Saya menyopir seperti orang edan. Kupacu mobil Porsche Turbo ku sampai 325km /jam dan membuat polisi nikmati debunya. Baru kemudian, pada akhirnya, Zlatan yang dahulu sudah kembali! Aku juga berpikiran, mengapa saya harus semacam ini? Saya punyai uang banyak. Saya tidak perlu jadi budak dari manager idiot itu. Saya harus bergembira dan menjumpai keluargaku."
Manager idiot. Selainnya kehidupan di Barca yang kaku, Zlatan memang punyai permasalahan dengan Pep Guardiola. Pep lebih menyenangi Lionel Messi. Pep usaha mengoptimalkan bakat Messi hingga mempertaruhkan Zlatan. Bahkan juga Zlatan berasa tidak dipandang saat Pep mulai malas bicara dengannya.
Sempat usaha membenahi keadaan, jalinan ke-2 nya malah makin rengat. Pada akhirnya Zlatan pindah ke AC Milan pada musim selanjutnya.
"Di Barcelona, saya tidak dapat meneriaki rekanan setimku kembali. Saya jemu. Zlatan tidak lagi Zlatan. Saya bahkan juga sempat berpikiran untuk stop bermain sepakbola—walau sudah pasti saya professional. Tetapi saya kehilangan ketertarikan."
Sebetulnya Zlatan masih tetap produktif di periode adaptasinya itu. Piala Piala Super Eropa dicapai tidak lepas dari perform impresifnya. Lima laga pertama La Liga, 5 gol dan dua asis dibuatnya. Sampai tengah musim, dia cetak 14 gol dan 8 asis.
